Minggu, 17 Oktober 2010

cinta 4 milimeter

‘Aku mencintaimu. Cintaku padamu sedalam palung, seluas samudera’

‘I love you beibeh, lebih dari apapun di muka bumi ini’

‘ Bila aku dalam kondisi yang diharuskan untuk memilih antara kamu atau dunia ini, jelas aku memilihmu. Karena cinta’

Duh, maafkan saya. Saya di sini tidak bermaksud untuk menjadi seorang pria gombal. Saya pun tidak bermaksud untuk mendeklarasikan diri bahwa saya adalah pria romantis. Saya pun tidak bermaksud untuk menjual diri saya kepada para wanita yang tersentuh saat membaca tiga kalimat di atas. Tapi saya hanya ingin menganalisa kallimat di atas. Karena saya bukanlah pujangga, yang pandai merangkai kata.

Tiga kalimat di atas, sungguh bermakna sangat dalam bagi saya. Bagaimana kiranya bentuk cinta yang dalam, sedalam palung Mariana? Bagaimana kiranya bentuk cinta yang luasnya seluas samudera. Bagaimana kiranya bentuk cinta yang besarnya lebih dari bumi ini?? Saya bingung, tolong ajari saya tentang ini.

Karena mungkin lingkungan telah mempengaruhi saya bahwa cinta itu cantik, dan cantik itu cinta. Bagaimana tidak, iklan produk kecantikan di televisi bertujuan untuk mendapat cinta. Sinetron telah menghipnotis saya akan ‘cinta pada pandangan pertama’. Musik telah mengajarkan saya bahwa ‘cantik itu cinta’. Sedikit banyak, telah membuat otak saya mengiyakan bahwa ‘cinta itu cantik’. Tak pantas dicintai, wanita yang tidak cantik.

Ya, salah satu indikator kecantikan itu adalah kulit. Semakin putih kulit wanita, semakin cantiklah ia, dan semakin layak untuk dicintai. Semakin mulus kulit wanita, semakin layaklah ia untuk dicintai. Semakin cantik wajahnya, semakin banyak orang-orang ingin memilikinya. Dan itulah cinta.

Lantas, timbul pertanyaan dalam benakku. Ini terkait dengan kalimat ini

‘Aku mencintaimu. Cintaku padamu sedalam palung, seluas samudera’

Benarkah bila statement tersebut dilontarkan pada ‘cinta’ yang bertipe demikian?? Saya menemukan kejanggalan yang sangat mendasar. Sangat jauh keindahan kata tersebut dengan realita yang terjadi.

Kulit manusia sesungguhnya terdiri dari epidermis dan dermis. Mungkin engkau akan tercengang mengetahui fakta bahwa kulit adalah organ yang terberat dalam tubuh kita. Dan seseorang akan terlihat menarik saat keseluruhan komponen kulitnya utuh, utuh tersusun dari epidermis (yang lengkap dengan 5 lapisnya: stratum corneum, stratum lucidum (kondisional),stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale) dan dermis. Mirisnya, ketebalan si epidermis ini hanyalah 4 mm saja.




Kemana perginya ‘cinta sedalam palung seluas lautan’ bila ternyata landasan cinta kita hanyalah ‘cantik’, ‘sedap dipandang’? Kemana perginya ‘cinta sebesar bumi’, padahal hanya setebal 4 milimeter? Apakah selama ini pikiranku ternodai oleh ‘cinta 4 mm’? Ataukah mungkin cintamu akan hangus terbakar saat muka kekasihmu mengalami luka bakar?



Bila engkau ingin mengutarakan ‘cinta sedalam palung’, maka cintailah ia lebih dalam daripada itu. Bila engkau ingin mengucapkan ‘cinta seluas lautan’, cintailah ia lebih luas daripada itu. Bila engkau ingin melontarkan ucapan ‘cinta sebesar bumi’, berilah ia cinta lebih besar daripada itu. Lebih dari itu, mencintailah untuk bersyukur kepada-Nya.

QS Ar-Ruum (30) : 21

dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Ya, kekasihmu akan memberikan kecenderungan dan ketentraman padamu. Bukan melalui kulitnya yang hanya setebal 4 milimeter. Namun, sesuatu yang lebih daripada itu. Sesuatu yang lebih dalam dari palung, sesuatu yang lebih luas dari samudera, sesuatu yang lebih besar dari bumi ini. Maka, cintailah ia untuk bersyukur.

‘Karena tak pantas disebut kekasih apabila tidak membuat kita lebih dekat dengan-Nya’

QS At-Taubah : 24

Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.



gambar didapat dari:

http://www.guatemalaproject.org/51301.html?*session*id*key*=*session*id*val*

4 komentar:

chicy mengatakan...

bagus nun
keep writing yee

Nina Eristiana mengatakan...

whaaa kg canun,, keren2..jadi langsung ja kriteria kg canun yg gimana nih???kali ja saya bisa bantu :")

Ikhsanun Kamil Pratama mengatakan...

@ nina :hha apapunlah nin. yg jelas yg membuat semakin dekat denga=Nya :)
@chicy : nuhun ci :)

Nina Eristiana mengatakan...

Emmm..kenapa gag kg canun ja yang membuatnya semakin dekat kepadaNya????
tapi gag yg kena luka bakar kan??hehe

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Ikhsanun Kamil Pratama © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates