Kamis, 29 Juli 2010

hipersensitivitas

Berbicara tentang hipersensitivitas, maka kita tak akan jauh-jauh berbicara tentang sistem imun dalam tubuh kita yang dimana fungsinya tentulah sebagai ‘departemen pertahanan’ tubuh kita. Sudah tentu sistem imun ini merupakan komponen yang sangat penting bagi tubuh kita. Dia memastikan sel-sel tubuh kita hidup aman tanpa gangguan, baik gangguan dari dalam maupun gangguan dari luar. Gangguan dari dalam bisa seperti ‘pemberontakan’ sel-sel kita yang dapat menyebabkan kanker. Sedangkan gangguan dari luar tentulah serangan mikroba-mikroba yang jumlahnya sangat banyak di lingkungan. Maka sekali lagi, sistem imun merupakan komponen yang sangat penting di tubuh kita.

Sekarang, bagaimana bila sang departemen pertahanan kita menyerang sel-sel tubuh kita tanpa sebab?? Bagaimana bila sang departemen pertahanan kita salah kenal sehingga terjadi peristiwa ‘ingin serang lawan malah serang kawan’?? Bagaimana pula bila sang departemen pertahanan kita ini bertindak secara lebay?? Misalkan musuh hanya satu orang namun dilawan menggunakan tank sekompi?? Terbayang bagaimana yang terjadi dalam tubuh kita. Kerusakan missal!! Beberapa kejadian inilah merupakan hipersensitivitas sistem imun kita.

Hipersensitivitas bila dilihat di level molekuler, bisa terbagi menjadi empat tipe, yaitu hipersensitivitas tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 4. Namun saya tidak akan memaparkan masing-masing mekanismenya saat ini. Sungguh, mekanisme dari 4 tipe ini sungguh luar biasa. Mungkin akan saya berikan masing-masing contoh:

· Tipe 1 : alergi makanan, anafilaksis

· Tipe 2 : saat transfuse darah, missal golongan darah A ke orang bergolongan darah B. Resipien darah tersebut bisa dipastikan mengalami kelainan.

· Tipe 3 : penyakit lupus eritematosus sistemik

· Tipe 4 : reaksi tipe lambat, Salah satunya Sindroma Steven-Johnson

Hipersensitivitas ini tentulah disebut sebagai suatu kelainan, karena pembandingnya adalah orang kebanyakan yang tidak mengalami hipersensitivitas. Sebutlah dari 1000 orang, hanya 20 orang yang mengalami hipersensitivitas (bukan data asli). Maka, 20 orang itu dicap sebagai ‘kelainan’.

Namun ada satu ayat yang cukup menarik

QS Ali Imron : 196

Ÿw y7¯R§äótƒ Ü==s)s? tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. Îû Ï»n=Î6ø9$# ÇÊÒÏÈ

janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

Makna yang bisa saya dapatkan dari ayat ini adalah kebenaran tidak berasal dari kebanyakan orang. Maka, bila kita hubungkan dengan hipersensitivitas yang kita bicarakan, mungkin akan timbul pertanyaan

‘Apakah hipersensitivitas betul-betul kelainan??

Atau mungkin hipersensitivitas itu sebetulnya sistem imun yang normal??

Dan jangan-jangan, yang ‘normal’ pada masa sekarang ini sebetulnya adalah HIPOSENSITIVITAS karena gaya hidup yang semakin maju semakin tidak baik bagi kesehatan??

Apa mungkin karena semakin hiposensitivitas, semakin banyak penyakit bermunculan??’

Wallahu’alam. Namun menurut saya, permasalahan ini sangat URGENT PENTING untuk dikuak secepatnya karena tentu akan mempengaruhi penanganannya. Tidak hanya itu, ini akan mempengaruhi frame tentang sakit dan sehat dalam bentuk yang lebih holistik.

QS Al-Ma’idah : 32

ô`ÏB È@ô_r& y7Ï9ºsŒ $oYö;tFŸ2 4n?tã ûÓÍ_t/ Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î) ¼çm¯Rr& `tB Ÿ@tFs% $G¡øÿtR ÎŽötóÎ/ C§øÿtR ÷rr& 7Š$|¡sù Îû ÇÚöF{$# $yJ¯Rr'x6sù Ÿ@tFs% }¨$¨Z9$# $YèÏJy_ ô`tBur $yd$uŠômr& !$uK¯Rr'x6sù $uŠômr& }¨$¨Y9$# $YèÏJy_ 4 ôs)s9ur óOßgø?uä!$y_ $uZè=ßâ ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ ¢OèO ¨bÎ) #ZŽÏWx. Oßg÷YÏiB y÷èt/ šÏ9ºsŒ Îû ÇÚöF{$# šcqèùÎŽô£ßJs9 ÇÌËÈ

oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Wallahu’alam bishshawwab

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Ikhsanun Kamil Pratama © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates