Rabu, 12 September 2012

Alien

4komentar
mungkin sekilas langsung terbayang tentang adanya UFO, piring terbang, makhluk aneh luar angkasa, makhluk yang belum bisa diidentifikkasi bentuknya, makhluk yang hidupnya di angkasa luar sana, atau kemanapun imajinasi kan membawa kita saat mendengar kata 'alien' disebut. Yang pasti, alien adalah makhluk yang betul-betul asing.

Tak dapat dipungkiri, dalam kehidupan manusia pun ternyata begitu banyak sekali terdapat 'alien' yang jalan pikirannya tak dapat ditebak oleh orang lain, terkesan nyeleneh, bahkan banyak orang yang menganggap bahwa dia orang yang sinting, meskipun dalam benak si 'alien' ini sebetulnya terdapat pikiran jenius yang telah berpola dari A sampai Z. Yaah, jadi memang perbedaan antara jenius, sinting, dan kreatif itu memang sangat tipis sekali.

Pernah ketemu 'alien' ini dalam kehidupanmu? Yah, sebutlah contoh bahwa ada seorang lulusan mahasiswa kedokteran, yang normalnya lulusan kedokteran akan koass dan mau jadi dokter, itulah anggapan umum. Namun, si 'alien' ini, karena telah mempertimbangkan baik buruknya tentunya, abis sarjana kedokteran ya selesai sudah, ia tak ambil koass dan bahkan sama sekali tak berminat jadi dokter. Tentunya, orang lain kan melihat si 'alien' ini tentulah penuh tanya. 'ya ampun, kasian dong dulu kok mau-maunya sih masuk kedokteran? itu kan ambil jatah orang lain?'

Atau, tentunya ada 'alien' lain yang berpikir kalo 'nanti gue kalo punya anak, gue gak mau sekolahin anak gue'. Tentunya yah kputusan-putusan dia kan terlihat sinting dan menggegerkan bagi orang-orang sekitarnya, 'yah normalnya kan anak harusnya disekolahin laaah'. Begitulah alien-alien ini hidup dalam dunianya. Sebetulnya hal yang ia lakukan masuk akal, hanya saja lingkungan sekitar belum mampu berpikir sejauh si 'alien' ini. mayoritas orang baru mampu berpikir sampai C, namun sang alien sudah mampu berpikir sampai Z

Mayoritas, orang-orang yang melakukan breakthrough dalam kehidupannya adalah para alien, yang pastinya dianggap gila oleh sekitar. Hanya saja karena pemikirannya yang 'super', ia menjadi ter-alienasi oleh lingkungan sekitarnya. Ngomong-ngomong, siapa sih para alien di muka bumi ini?

Mayoritas, orang yang menjadi para alien adalah ia yang memiliki personaliti INTJ atau INTP dalam tes personaliti MBTI. Bayangkan saja, mereka memiliki pemikiran yang melompat-lompat (dari sifat NT) serta ia cenderung jarang untuk berkomunikasi dengan orang luar, ia malah cenderung senang untuk merenung (karena introvert-nya), semakin menjadi-jadilah aliennya. Cukup sering ia merasa sulit untuk mendapatkan tempat yang nyaman baginya, karena memang selain karena sang 'alien' ini 'dijauhi' karena keanehan pola pikirnya, ia pun cenderung menganggap apa yang kebanyakan orang lain lakukan itu 'tak terlalu berguna' baginya, 'cuma buang2 waktu' kuranglebih itulah apa yang ada dalam pikirannya.

Hanya saja, terkadang ada masa dimana para alien ini memiliki masa2 'suicidal'. Ya, para alien ini memikirkan opsi untu mengakhiri hidupnya. Maklum, karena ia adalah seorang pemikir tangguh yang introvert, ia cenderung mudah berprasangka sadis-sadis. boleh jadi karena kesepian, tak ada yang menyayanginya di hidupnya, sehingga lebih baik unutk mengakhiri hidupnya, dan lain-lain. Meski hanya sekali, para alien INTJ atau INTP pernah memasuki masa2 suicidal dalam hidupnya. Ke depannya pun boleh jadi hal seperti ini terjadi

Nah, bila ada saudara, ortu, anak, istri/suami yang ternyata adalah seorang 'alien', tentunya kamu tau cara berkomunikasi dengannya kan? :)

Nb: saya termasuk salah satu 'alien' looh :)

Rabu, 20 Juni 2012

Sex EduAction Project

2komentar
Miris! Hati teriris! Mata pun menangis melihat kebijakan yang 'luar biasa' dari ibu Menkes terbaru Indonesia. Seakan kaget tak percaya membaca berita ini http://www.eramuslim.com/berita-merc-tak-bermoral-kampanye-kondom-ala-menkes-nafsiah-mboi.html#.T97wIqgrSdw.facebook

Kampanye kondom, pembagian kondom ke remaja secara GRATIS! Sebuah kebijakan yang timbul karena sebuah 'alasan mulia', memerangi HIV/AIDS.

Namun, mau dijadikan seperti apa remaja Indonesia? Ingin menjadi pelacur semua?

Saya heran sama begitu banyak akademisi yang berkomentar kurang lebih 'mari kita kaji dulu', 'bentar dulu, mari simak sudut pandang yang lain'. Jujur, dengan komentar seperti itu saya MUAK.

Ini ibarat bermain dengan bom waktu. Kena deh lo kalo saudara perempuanmu ternyata ikut jalur 'free sex aman' sama temen-temennya sedangkan kamu sibuk dengan 'mengkaji, mengkaji, mengkaji' tanpa henti tanpa pernah AKSI.

Gampang deh, silakan tanya nurani
- Mau gak sih ibumu dizinahi atau bermain 'free sex' dengan pria yang tidak kau kenal?
- Mau gak sih istrimu dizinahi oleh pria yang tidak kau kenal, baik pranikah maupun pascanikah?
- Mau gak sih adik perempuanmu dizinahi dengan pria yang 'siapa dia'???
- Mau gak sih saudara perempuanmu dizinahi dengan pria yang bukan suaminya?

Orang normal pasti jawab TIDAK MAU.

Terlebih, remaja masih labil. Masih mencari jatidiri, pikiran bawah sadarnya masih sangat mendominasi. Bila tradisi atau pemahaman freesex ini masuk ke bawah sadarnya, maka selamat datang kehidupan di mana banyak anak tanpa orangtua. Selamat datang kehidupan di mana CINTA = SEX. Penyakit sosial dalam beberapa tahun ke depan makin terasa. Lihat saja kondisi sekarang:
- 93.7 % SMP dan SMA oral sex (Komnas Anak 2007)
- 62.7% SMP MENGAKU tidak perawan (ditambah yang tidak mengaku berapa y?)
- 21.2 % SMA sudah aborsi (Media Indonesia, 19/7/2008)
- 30 % pasang mahasiswa Universitas ternama di Jabar sudah 'melakukan' (diambil dari data skripsi salah satu fakultas univ tersebut pada tahun 2010)

Masih mau diem??? Masih mau 'mari kaji dulu'? Hooooy, INSYAAAAAFF!!!

Saya mengajak anda untuk bergerak bersama (bagi anda yang betul-betul MAU untuk AKSI). Saya dan istri memiliki program Sex EduAction, sebuah pendidikan seks holistik, yang tak hanya menjelaskan organ reproduksi pria wanita, namun juga kami lengkapi secara PSIKOLOGIS tentang otak pria dan wanita, TERLEBIH, kami pun MENGIMPLANTASIKAN kepada pikiran bawah sadar tentang apa itu cinta, apa itu obsesi untuk memiliki, terutama kami mengimplantasikan tentang SEX RESPONSIBILITY. Karena tujuan kami membuat seminar Sex EduAction bukan hanya mereka TAHU akan kehidupan seks mereka sendiri, namun juga MAMPU dan MAU melakukannya. Untuk apa punya ilmu luas, untuk apa tahu tentang kehidupan seks bla bla bla, tapi tindakannya sering masturbasi juga?



Apa yang bisa anda lakukan? GAMPANG
- Investasi mengundang kami FREE. Biarlah Allah yang membalas investasi yang PANTAS untuk kami
- Komen segera email anda, kan kami kirim proposal
- Mohon bantuan untuk menawarkan dan meng-organize event kami di SMP, SMA, Universitas yang anda inginkan

Pengisinya siapa? Saya dan istri. Silakan lihat profil kami di FB (Ikhsanun Kamil Pratama & Foezi Citra Cuaca Elmart). Butuh CV kami? Tinggal bilang.

CP: pin BB 2926CD70, sms regi (085860765388)

Nb: Kami takkan menanggapi respon yang 'tidak setuju' atau mengajak untuk mengkaji. Kalau tidak setuju, silakan unfollow, atau delete saja posting ini.

Minggu, 10 Juni 2012

Menjamu Ramadhan dengan Cinta

0komentar
Originally created by Fu (my lovely bundami)

Untukmu,
yang menanti terbukanya pintu Ramadhan dengan tergugu; mengharap segunung dosa dapat terhapus dengan segala keajaibannya, berazzam seluruh peluh keringat dapat tersublimasi dengan segala pesona pahalanya, bermunajat segala doa dapat Tuhan kabulkan dengan mozaik-mozaiknya yang istimewa.

Untukmu,
yang kan menjalani purnama Ramadhan dengan haru; mengikhtiar setiap tawa menjadi penawar atas luka-luka yang menganga setahun sudah, menyulam setiap butir air mata adalah sesal yang kan Tuhan terima lebih mudah, melantunkan setiap langkah yang menjejakinya adalah wujud cinta seorang hamba dalam nilai ibadah.

Untukmu,
yang ingin meninggalkan Ramadhan dengan sendu; Tuhan masih berbaik hati padamu, memberi setiap jiwa yang merindu-Nya sebuah kesempatan, menyempurna Ramadhan dengan hati, pikiran dan gerak yang menawan.

Buku ketiga ini, kupersembahkan untukmu sepenuh cinta, yang kan MENJAMU RAMADHAN DENGAN CINTA
-Ikhsanun Kamil Pratama-



Jumat, 30 Maret 2012

Burung beo pak Ustadz

0komentar

Sebutlah ada seorang ustadz yang memelihara burung beo. Ustadz ini memiliki kesenangan tersendiri saat memelihara burung beo. Begitu telatennya ia memelihara burung beo seolah anaknya sendiri, dan bahkan ia pun mengajarkan lafal syahadat kepada burung beo, ‘asyhadu an-laa ilaaha illallaah’.

Satu hari berlalu, belum mampu sama sekali sang beo untuk mengucapkan lafal syahadat tersebut. Tak terasa, seminggu pun berlalu, sudah bisa sedikit meskipun belum lancar. Dan butuh waktu kurang lebih 2 minggu untuk si beo tersebut mampu dengan lancar mengucapkan lafal syahadat. Sang ustadz pun bangga karena rasanya burung beo mana yang mampu berucap syahadat selain burung beo miliknya.

Entah mengapa, pada suatu hari, sang burung beo pun lepas dari kadang dan ia terbang bebas dari penjaranya. Paniklah sang ustadz, dan dicarinya burung kesayangannya itu kemana-mana. Walhasil, ia melihat burung beonya sedang bertengger di tanah. Sayangnya, di sana ada seekor anjing yang siap untuk menerkam sang burung.

HAAPPP…..

Diterkamlah burung itu oleh sang anjing. Sang burung hanya mengeluarkan ringkihannya bahkan saat ia menjelang kematiannya, bukan syahadat yang telah ia pelajari selama dua minggu.


Maka, adakah perbedaan spesifik antara dirimu dan burung beo tersebut? Kira-kira, bagaimana kelak akhir hidup kita? Apa ya yang kan terucap?

Minggu, 18 Maret 2012

Argo Taksi

1 komentar
24 Februari 2012

Hari itu betul-betul menguras tenagaku. Bayangkan saja, sejak sebulan sebelumnya, aku telah berencana untuk mengisi workshop hipnoterapi medik yang berada di tanah borneo sana, yaitu Samarinda. Namun, jadwal judicium yang begitu mendadak dari fakultas, membuatku dan para panitia di sana melakukan reschedule dengan cukup kilat. Walhasil, workshop pun diundur menjadi hari sabtu. Namun tetap saja, pesawat pada bandara soekarno hatta takkan berkompromi untuk menunggu kehadiranku di hadapannya. Ia menungguku pada jam 4 sore.

Maka, pada pagi di hari itu, aku pun dengan langkah seribu bergegas menuju Jatinangor, menuju kampusku untuk secara formalitas mengambil hasil nilaiku selama 3.5 tahun berkuliah di sana, kemudian bergegas menuju Primajasa di daerah Buah Batu. Judicium baru berakhir pada jam 9 pagi, sementara Primjas pun kan berangkat jam 11 menuju bandara. Pikirku, bagaimana mungkin bisa sampai 2 jam dari Jatinangor menuju primjas? Bandung kan sekarang kota yang cukup macet.

Beruntungnya, aku terhindar dari keterlambatan karena secara kebetulan, ada taksi yang baru saja mengantar seorang dosen ke Unpad. Win-win solution nih, buatku dan pak supir taksi!! Maka, berangkatlah diriku dengan taksi si burung ini.

Luar biasa, supir taksi si burung biru ini begitu ramaah luar biasa. Bahkan, bagiku yang seorang introvert sekalipun, ia gemar berkisah begitu indah, sehingga diriku pun hanyut terbawa kisahnya. Kita berkisah akan banyak hal, mulai dari pekerjaan, keluarga, pendidikan, bahkan candaan-candaan ringan.

Entah mengapa, tiba-tiba saja timbul rasa penasaran akibat rasa kaget yang amat sangat. Kuperhatikan sebuah argo taksi, yang entah mengapa kok berubahnya cepet banget waktu di jalan tol? Waswas tentunya diriku takut kalau ongkosnya kurang!!

Namun juga, unik, di daerah Buah Batu yang begitu macet, seolah argo berhenti. Hal ini yang bikin diriku penasaran, dan bertanyalah aku tentang bagaimana kerja argo taksi ini.



Ternyata ooh ternyata, argo ini memiliki dua mode utama:
1. perhitungan melalui waktu, yang hanya akan bergerak apabila taksi berhenti seperti di lampu merah, atau nungguin penumpangnya lagi ambil uang di atm, misalkan. Untuk mode berhenti ini, kalau taksi berhenti selama satu jam, bisa mencapai nilai Rp 30rb.
2. Perhitungan melalui jarak, yang akan bergerak melalui jarak tempuh.

Meskipun terkesan simpel, namun hal ini begitu menarik bagiku. Bayangkan, bila hidup kita di-argo, sepertinya sesuatu yang dinamakan 'waktu' akan sangat berharga bagi kita. Selama ini, boleh jadi kita tak menganggap 'waktu' sebagai sesuatu yang berharga karena waktu merupakan barang GRATIS. Tentunya, akan sangat berbeda orang yang menganggap waktu sebagai barang yang gratis dan mereka yang menganggap waktu sebagai alat untuk menjadikan dirinya menjadi JAUH LEBIH BAIK lagi.

Banyak sekali, orang-orang di sekitar yang berleha-leha terhadap waktu yang ia miliki. Dengan dalih 'Ah, masih muda ini', begitu banyak orang yang tidak melakukan apa-apa. Seperti diriku beberapa tahun lalu, yang begitu senangnya menghabiskan waktu hanya untuk melakukan rutinitas harian tanpa adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Dengan merasa waktu sebagai barang yang gratis, boleh jadi diri ini pun sering sekali melakukan sebuah penundaan. Padahal, penundaan hanyalah menanti kehancuran dalam hidup. 'Ah, nyari duit mah nanti aja kalo udah lulus', 'ah, nyari duit mah nanti aja klo udah jadi dokter', 'ah, nikah mah nanti aja klo udah jadi'. Bagaimana kalau tiada nanti? Ah, pantaslah kalau dalam Al-Quran pun Allah berfirman 'Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.'

Bila hidup di-argo dalam mode 2, mode jarak. Ternyata, jarak tempuh itu begitu dihargai. Tentunya, 'jarak tempuh' masing-masing orang berbeda-beda. Jarak tempuh kehidupan seseorang, yang biasa kita sebut sebagai sejarah kehidupan, ternyata begitu berharga.

Betapa bodohnya diriku ketika ditanya 'kehidupanmu sejauh ini gimana?', dan kujawab 'nothing special'. Wow, ternyata selama ini diriku tidak begitu menghargai 'jarak tempuh' yang telah kulakukan selama 21 tahun ini.

Kalau melihat kisah 'Negeri 5 menara' karangan Ahmad Fuadi, kok bisa sih novel ini begitu booming bahkan sampai difilmkan? Karena dalam pandanganku, beliau adalah salah satu orang yang begitu menghargai 'jarak tempuh'nya. Silakan lihat dan cari, ada berapa buku sih yang mengisahkan tentang 'jarak tempuh' seseorang? Bila nih, bila seluruh orang di dunia menghargai dan menuliskan 'jarak tempuh'nya, belum tentu 'Negeri 5 Menara' bisa menjadi booming seperti ini. Boleh jadi, kisah hidupmu yang jadi booming loh.

Namun nyatanya? Ya, karena sang penulis Negeri 5 Menara begitu menghargai 'jarak tempuhnya' yang mampu membuat karyanay booming. Ternyata, menjadi booming itu mudah ya, karena pesaingnya begitu sedikit. hehe.

jadi memang terasa banget ya bahwa memang bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, menghargai 'jarak tempuh'nya. Maka, aku penasaran bagaimana hebatnya seseorang yang begitu menghargai waktu sebagai media tumbuhkembang serta sekaligus menghargai kisah hidupnya sendiri, akan menjadi orang besar seperti apa ya? Apakah engkau salah satunya?
 

Ikhsanun Kamil Pratama © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates